Profil dan Skuad Portugal di piala eropa 2020

skuad portugal piala eropa 2020

Profil dan Skuad Portugal di piala eropa 2020 – Portugal berhasil melalui babak kualifikasi Euro 2020 dengan cukup baik. Tergabung di Grup B, Portugal berhasil finish di urutan kedua dengan koleksi 17 poin dan hanya menelan 1 kekalahan. hasil tersebut menjadi modal berharga bagi mereka untuk mempertahankan gelar juara di kompetisi tertinggi antar negara eropa. Pada Babak Putaran final grup Euro 2020 ini Portugal akan berhadapan dengan Prancis dan Jerman

Formasi dan Gaya Bermain

Sejak ditangani oleh Fernando Santos, Timnas Portugal sangat jarang merombak formasi tim dalam beberapa tahun terakhir. Santos selalu memasang 4 pemain sejajar di barisan pertahanan. Selain itu, Ia juga kerap memasang seorang pemain di posisi ujung tombak.

Di babak kualifikasi Euro 2020 , Portugal kerap menerapkan formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 dengan seorang target man di pos terdepan. Dua winger di sisi kanan dan kiri memegang peranan penting dalam pola permainan Portugal. Kreatifitas dan kelincahan dua winger menjadi kekuatan utama mereka dalam menggempur pertahanan lawan.

Di bawah asuhan Fernando Santos, Portugal lebih banyak memainkan umpan-umpan pendek dengan memanfaatkan kualitas individu pemain.

Penjaga Gawang

Portugal seakan tak pernah kehabisan talenta di posisi penjaga gawang. Sejak nama mereka melejit pada kompetisi Euro 2004 lalu, Portugal selalu memiliki penjaga gawang dengan kualitas mumpuni. Nama-nama seperti Ricardo, Eduardo, hingga Nuno Espirito Santo sempat menjadi andalan di bawah mistar gawang.

Saat ini Portugal memiliki seorang Rui Patricio di posisi tersebut. Patricio mulai menjalani debut sebagai penjaga gawang Timnas Portugal pada ajang Kualifikasi Euro Polandia-Austria 2012. Sejak saat itu, Patricio selalu menjadi pilihan utama untuk mengawal jala Selecao das Quinas hingga saat ini.

Di usianya yang ke-32 tahun, penampilannya kian matang. Ia telah mengoleksi sejumlah 87 caps bersama Timnas Portugal. Ia juga dianggap sebagai sosok penting yang turut mempersembahkan trofi Euro 2016 silam.

Kemampuannya sebagai kiper semakin matang sejak memutuskan untuk bergabung dengan Wolverhampton Wanderers di EPL. Dua musim berseragam Wolves, Patricio telah melakoni 63 laga EPL dan menjadi salah satu penjaga gawang terbaik di kompetisi tersebut.

Selain Patricio, Portugal memiliki sejumlah nama lain di posisi penjaga gawang. Diantaranya adalah Beto dan Jose Sa. Beto yang merupakan salah satu pemain senior di skuad Portugal mampu tampil gemilang bersama klub Liga Super Turki, Goztepe. Sementara Jose Sa menjadi pilihan utama di klubnya, Olympiakos Piraeus.

Nama lain yang mungkin dipanggil ke skuad Euro 2020 mendatang adalah Diogo Costa dan Luis Maximiano. Keduanya masih berusia belia dan tidak begitu mendapatkan menit bermain reguler bersama klubnya. Namun, beberapa orang meyakini kualitas kedua pemain tersebut yang berpeluang untuk menjadi kiper utama di Timnas Portugal.

Barisan Pertahanan

Timnas Portugal merupakan salah satu tim dengan kekuatan komplit di sektor pertahanan. Mereka memiliki beberapa pemain bertahan yang memiliki kemampuan merata.

Dua palang pintu senior, Pepe dan Jose Fonte merupakan pilar Portugal yang berhasil membawa negaranya menjuarai Euro 2016. Keduanya selalu bermain solid dan tak segan melakoni duel keras dengan pemain lawan.

Kini usia kedua pemain tersebut sudah mulai menua. Namun, Portugal tak perlu khawatir. Pasalnya, mereka masih memiliki sebuah berlian di sektor pertahanan. Ruben Dias merupakan sosok pengganti yang cocok untuk mengisi pos sebagai bek tengah. Kualitas pemain 22 tahun tersebut tak perlu diragukan lagi.

Dias menjadi pilar bagi lini belakang Benfica musim ini. Ia telah tampil dalam 20 laga di Liga Portugal dan menjadi salah satu bek terbaik di kompetisi tersebut. statistik menyebutkan bahwa Ia rata-rata melakukan 1,2 tekel dan 1 intersep di setiap laga yang Ia mainkan. Di ajang Kualifikasi Euro 2020, Dias selalu tampil penuh dalam 8 pertandingan bersama Timnas Portugal.

Sedangkan di posisi bek sayap, Raphael Guerreiro dan Joao Cancelo tetap menjadi pilihan utama. Keduanya menjadi pemain penting bagi klubnya masing-masing di musim ini. Pada Kualifikasi Euro 2020, Guerreiro telah tampil sebanyak 7 kali sedangkan Cancelo 4 kali.

Sektor Tengah

Sektor tengah menjadi kunci kesuksesan Timnas Portugal dalam beberapa tahun terakhir. Melimpahnya stok gelandang berkualitas dalam skuad Portugal membuat kekuatan mereka terasa utuh.

William Carvalho, Danilo Perreira, Ruben Neves, dan Bruno Fernandes menjadi nama-nama yang kerap diplot sebagai gelandang bertahan. Dua nama terakhir bahkan mampu menaklukkan sengitnya Liga Premiere Inggris musim ini.

Bruno yang baru bergabung dengan Manchester United, Januari lalu, langsung menjadi idola baru di Old Trafford. Sementara Ruben Neves tampil cemerlang bersama Wolverhampton Wanderers dalam beberapa musim terakhir.

Tak lupa, nama senior seperti Joao Moutinho juga menghiasi sektor tengah Timnas Portugal. Moutinho dianggap sebagai pemain yang menjadi nyawa permainan Portugal. Kemampuan membaca permainan lawan dan ditunjang dengan akurasi umpan yang baik menjadi keunggulan pemain 33 tahun tersebut.

Di posisi winger, Portugal memiliki sejumlah nama hebat. Bernardo Silva dan Cristiano Ronaldo menjadi pemain kerap dipasang di posisi ini. Kemampuan dribble yang ciamik dan insting mencetak gol yang tinggi membuat kedua pemain ini dianggap sebagai momok bagi pertahanan lawan.

Bernardo dan Cristiano sejauh ini menjadi pemain paling produktif di skuad Portugal. Di babak Kualifikasi Euro 2020, Bernardo telah menyumbang 3 gol dan 5 assist. Sedangkan Cristiano tak terbendung dengan gelontoran 11 gol dari 8 penampilan.

Dengan sejumlah pemain bintang di sektor tengah, tak heran Portugal selalu menguasai jalannya laga yang mereka mainkan. Gelandang bertahan agresif, playmaker cerdas, dan winger lincah dengan insting gol tinggi menjadi kunci utama Portugal menuju puncak kesuksesan.

Lini Depan

Pelatih Portugal, Fernando Santos, tampaknya lebih nyaman menggunakan formasi dengan menempatkan seorang penyerang di pos terdepan. Uniknya, peran seorang penyerang ini bukanlah sebagai mesin gol, melainkan sebagai pivot atau false nine.

Tugas seorang striker tersebut hanyalah memantulkan bola atau memancing bek lawan agar keluar dari posnya. Sang striker juga diberi kesempatan untuk melakukan tembakan langsung ke gawang ketika mendapati posisinya bebas dari kawalan bek lawan.

Strategi tersebut terbukti sukses diterapkan oleh Fernando Santos. Portugal berhasil meraih juara Euro 2016 berkat taktik ini. Di babak Kualifikasi Euro 2020 kemarin, mereka juga sukses dengan taktik yang sama.

Meski hanya menempatkan seorang striker di depan, Portugal memiliki sejumlah nama untuk mengisi pos ini. Andre Silva dan Diogo Jota merupakan yang paling sering diplot di posisi ini. Sayangnya, keduanya gagal memberi efek yang signifikan bagi tim. Silva dan Jota tak sekali pun menyumbang gol atau assist di babak kualifikasi Euro 2020.

Selain itu, ada satu nama yang cukup banyak menarik perhatian di posisi penyerang Portugal. Si anak ajaib, Joao Felix telah tampil sebanyak 4 kali di babak kualifikasi Euro 2020. Sayangnya, ia juga gagal mencatatkan gol atau assist di ajang tersebut. meski begitu, banyak yang percaya bahwa Felix akan menjadi tumpuan Portugal di lini depan pada putaran final Euro 2020 mendatang.

Ada pula nama Goncalo Paciencia yang dapat mengisi pos di lini depan. Ketajaman striker Eintracht Frankfurt ini tak diragukan lagi. Paciencia telah mencetak 7 gol dari 14 penampilan bersama klubnya di Bundesliga. pada debutnya bersama Timnas Portugal, November lalu, Paciencia berhasil menyumbang 1 gol ke gawang Lithuania.

Mainkan di Situs Judi Online Terpercaya